Larva lebih panjang dari kutu dewasa dan memakan partikel dari darah kering, kotoran badan, dan benda organik yang terkumpul di tempat timbunan.
Tubuhnya rata secara menyamping, hal ini memungkinkan kutu untuk mudah berpindah melewati bulu binatang. Tulang punggung berada di belakang tubuh kutu, sehingga membantunya bertahan pada hewan induk selama perkawinan berlangsung.
Kebiasaan
Kutu dewasa memakan darah anjing dan kucing, adakalanya mereka pun menggigit manusia. Kutu Anjing merupakan vektor dari Dog Tapeworm, Dipylidium caninum, yang juga dapat menular pada manusia.
Karena mereka dapat melompat kira-kira 6 inchi, mereka dapat berpindah dari satu induk ke induk lainnya. Mereka juga dapat mendiami lahan rumput kebun.
Kerumunan kutu dapat mengganggu kesehatan secara umum, menimbulkan rasa gatal, kemerahan, rambut rontok, menderita infeksi kulit atau alergi pada air liur kutu.