Kutu anjing

Ctenocephalides canis

Penampakan

Gambar kutu anjing (Ctenocephalides canis) | Rentokil Indonesia
  • Kutu dewasa berwarna hitam kecoklatan, tapi tampak hitam kemerahan setelah makan darah.
  • Kutu dewasa panjangnya 3-4mm.
  • Larva tanpa kaki berwarna putih pucat dan panjangnya hingga 5 mm.

Daur Hidup

  • Kutu melewati 4 tahapan siklus hidup: telur, larva, kepompong, dewasa.
  • Larva lebih panjang dari kutu dewasa dan memakan partikel dari darah kering, kotoran badan, dan benda organik yang terkumpul di tempat timbunan.
  • Tubuhnya rata secara menyamping, hal ini memungkinkan kutu untuk mudah berpindah melewati bulu binatang. Tulang punggung berada di belakang tubuh kutu, sehingga membantunya bertahan pada hewan induk selama perkawinan berlangsung.

Kebiasaan

  • Kutu dewasa memakan darah anjing dan kucing, adakalanya mereka pun menggigit manusia.
    Kutu Anjing merupakan vektor dari Dog Tapeworm, Dipylidium caninum, yang juga dapat menular pada manusia.
  • Karena mereka dapat melompat kira-kira 6 inchi, mereka dapat berpindah dari satu induk ke induk lainnya. Mereka juga dapat mendiami lahan rumput kebun.
  • Kerumunan kutu dapat mengganggu kesehatan secara umum, menimbulkan rasa gatal, kemerahan, rambut rontok, menderita infeksi kulit atau alergi pada air liur kutu.