Spesies Kutu Busuk

Kutu busuk atau yang banyak dikenal orang Indonesia dengan sebutan lain seperti tungau atau tungau kasur (Cimex Lectularius) tidak dapat disamakan dengan tungau debu. Kutu busuk adalah kutu parasit nokturnal yang memakan darah dari mamalia berdarah panas untuk bertahan hidup.

Disisi lain, tungau debu adalah arachnide (jenis laba-laba) yang memakan sel-sel kulit mati dan tidak dapat terlihat oleh mata manusia.

Kutu Busuk

(Cimex lectularius)

Cimex lectuarius

Penampilan

  • Kutu busuk memiliki panjang sekitar 5 - 6 mm sebelum memakan darah, lalu bertambah sekitar 7mm ketika penuh dengan darah.
  • Berbentuk oval dan rata dari belakang ke bawah dengan kaki yang tebal dan berkembang dengan baik. Kutu busuk tidak memiliki sayap.
  • Mulut mereka berfungsi untuk menusuk dan mengisap darah. Kutu busuk dewasa berwarna merah kecoklatan.
  • Telur kutu busuk berwarna putih dan transaparan, namun menjadi semakin gelap saat menetas menjadi larva.
  • Kulit mereka lebih coklat dan terlihat seperti exoskeleton yang bersisik.
Baca selengkapnya

Siklus Hidup

  • Kutu busuk menghasilkan 200-500 telur selama 2 hari per batch dari 10 sampai 50.
  • Telur-telur kutu busuk menempel pada barang-barang perabotan atau alat barang-barang lain yang disatukan pada bahan yang trasnparan.
  • Ada 5 tahapan siklus hidup kutu busuk yang dimulai dari telur hingga kutu busuk dewasa.
  • Umumnya masa hidup kutu busuk adalah sekitar 10 bulan.
  • Mereka dapat bertahan selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan tanpa makan.

Kebiasaan

  • Kutu busuk memakan darah manusia dan tertarik pada panas tubuh serta karbondioksida yang dihasilkan dari manusia yang sedang tertidur.
  • Mereka menyuntikan anastesi pada kulit ketika menggigit, sehinga gigitan kutu busuk tidak akan disadari pada awalnya.
  • Mereka ditemukan pada celah dan retakan, sandaran kepala kasur, dibelakang wallpaper yang terkelupas, plester yang rusak, sakelar lampu, dibawah karpet dan lainnya - sehingga memudahkan mereka untuk menemukan manusia sebagai sumber makanannya.
  • Kutu busuk aktif di malam hari dan mulai mencari makan setelah matahari terbenam dan sebelum fajar.
  • Kutu busuk juga tetap dapat mencari makan di siang hari jika kondisinya memungkinkan.
  • Dalam kondisi bahaya, mereka dapat bergerak dengan cepat dan mengeluarkan bau.