cara membasmi nyamuk demam berdarah

Nyamuk

Hubungi kami untuk survey hama gratis di 150808  atau isi form online

7 pertanyaan dan jawaban tentang nyamuk Aedes aegypti

Terdapat lebih dari 950 spesies nyamuk dalam genus Aedes di seluruh dunia, yang beberapa spesies diantaranya diketahui sebagai sangat mengganggu dan menjadi vektor utama dari banyak penyakit arboviral yang menjadi ancaman utama bagi kesehatan global.

Aedes aegypti adalah jenis nyamuk yang berasal dari Afrika dan mungkin salah satu di antara ratusan spesies nyamuk yang paling menonjol di antara genus Aedes. Jenis nyamuk yang satu ini dikenal sebagai pembawa utama penyakit paling mematikan di dunia dengan menewaskan lebih dari 70.0000 orang setiap tahunnya.

Pada halaman ini, Rentokil akan menjawab beberapa pertanyaan tentang nyamuk Aedes aegypti yang bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mengenai penampilan, habitat nyamuk dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dikerjakan untuk mengurangi risiko terkena penyakit dari nyamuk berbahya satu ini.

Klik salah satu pertanyaan di bawah ini untuk dapat langsung melihat jawabannya.

Jika Anda merasa banyak nyamuk di rumah, hubungi Rentokil hari ini untuk saran ahli dan segera menjadwalkan survey hama nyamuk di tempat tinggal Anda.

1. Bagaimana siklus hidup nyamuk Aedes aegypti?

siklus hidup nyamuk aedes aegypti

Aedes aegypti adalah serangga holometabolous, yang berarti mereka mengalami metamorfosis lengkap yang mencakup fase akuatik dan terestrial dalam empat tahap berbeda.

Siklus hidup nyamuk Aedes aegypti meliputi:

  • Telur
  • Larva
  • Pupa
  • Dewasa

Aedes aegypti membutuhkan genangan air untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Seluruh proses siklus hidup Aedes aegypti cukup singkat, hanya membutuhkan sekitar 6-8 hari dari telur hingga nyamuk dewasa.

Telur

Setelah nyamuk Aedes aegypti betina menghisap darah dari mamalia, mereka akan bertelur pada jarak yang bervariasi di atas permukaan air. Nyamuk betina umumnya bertelur antara 30-300 telur sekaligus. Dalam kondisi optimal, telur nyamuk Aedes aegypti akan menetas menjadi larva dalam waktu 24 - 48 jam.

Larva

Larva nyamuk atau juga dikenal dengan istilah jentik nyamuk hidup secara eksklusif di air, mereka bergoyang-goyang di bawah permukaan air dan memakan mikroba yang berada di air. Larva akan berganti kulit sebanyak tiga atau empat kali sebelum menjadi pupa, dan tumbuh lebih besar sekitar 0.5 - 0.75 inci setiap menyelesaikan proses pergantian kulit. Diperlukan 3 - 4 hari bagi larva untuk berkembang menjadi pupa.

Pupa

Selama tahap ini, pupa akan melayang di atas permukaan air dan mulai berubah bentuk menjadi nyamuk dewasa yang muncul dari kulit kepompong dalam 1 - 4 hari tergantung pada suhu air.

Dewasa

Setelah nyamuk dewasa muncul, mereka akan memakan nektar dan madu dari berbagai macam tumbuhan untuk mendapatkan pasokan gula. Rentang umur nyamuk Aedes aegypti dewasa dapat berkisar dari dua minggu hingga sebulan tergantung pada kondisi lingkungan.

Hal paling menonjol yang membedakan antara nyamuk jantan dan betina adalah kebutuhan nyamuk betina pada bahan protein tinggi untuk mengembangkan telurnya. Protein tersebut dapat diperoleh oleh nyamuk betina dengan menghisap darah mamalia, termasuk manusia dan hewan. Inilah sebabnya mengapa hanya nyamuk betina yang menggigit manusia dan hewan.

2. Dimana tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti?

Nyamuk aedes aegypti berkembang di air yang bersih dan tenang. Habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dapat di dalam tempat penampung air alami atau buatan manusia, seperti:

  • Tangki tempat penyimpanan air
  • Ember plastik
  • Ban dan kaleng bekas
  • Vas bunga
  • Piring pot bunga

3. Bagaimana ciri-ciri dan bentuk nyamuk Aedes Aegypti?

gambar nyamuk aedes aegypti

Ciri fisik nyamuk Aedes aegypti antara lain adalah:

  • Aedes aegypti adalah jenis nyamuk bertubuh kecil dengan ukuran sekitar 4 - 7 mm.
  • Mereka dapat dengan mudah dibedakan dari jenis nyamuk umum lainnya melalui garis-garis hitam dan putih yang khas pada dada, perut, dan kaki.
  • Corak khas yang dimiliki jenis nyamuk ini ini merupakan bagian sisik yang menempel di luar tubuh nyamuk.
  • Memiliki corak putih pada dorsal dada (punggung) berbentuk seperti tanda tanya terbalik yang berhadapan.

4. Dimana nyamuk Aedes aegypti hidup?

Di negara tropis seperti Indonesia, populasi nyamuk Aedes aegypti dapat bertumbuh lebih cepat dan menimbulkan risiko masalah kesehatan yang jauh lebih besar bagi sebagian besar orang. Jenis nyamuk berbahaya satu ini diketahui dapat tumbuh subur di daerah beriklim tropis, karena kemampuannya untuk hidup dekat dengan manusia dan beradaptasi sepanjang tahun dalam kondisi hangat dan lembab.

5. Kapan waktu nyamuk Aedes aegypti menggigit?

digigit nyamuk demam berdarah

Tidak seperti jenis nyamuk lainnya yang umumnya menggigit di malam hari, bekas gigitan nyamuk Aedes aegypti akan jauh lebih sering ditemukan di siang hari. Nyamuk Aedes paling aktif di pagi hari (1-2 jam setelah matahari terbit), dan 2-3 jam di sore hari sebelum matahari terbenam.

Pada malam hari ketika mereka tidak aktif menggigit manusia, nyamuk Aedes aegypti lebih suka beristirahat dengan tenang di tempat gelap dan di bawah ketinggian kurang dari 1.5 meter di banyak tempat di dalam rumah.

Beberapa tempat istirahat nyamuk Aedes Aegypti antara lain adalah:

  • Dinding rumah
  • Dibawah tempat tidur
  • Di bawah furniture
  • Di barang-barang yang menggantung, seperti pakaian bekas pakai, handuk dan tirai jendela

6. Apa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti?

Aedes aegypti secara luas disebut sebagai hewan paling mematikan di dunia, karena kemampuan mereka untuk menularkan beberapa virus berbahaya kepada manusia melalui gigitannya.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, antara lain:

  • Demam berdarah (DBD)
  • Virus Zika
  • Chikungunya
  • Demam kuning (yellow fever)

Demam berdarah

Demam dengue adalah nama lain dari demam berdarah (DBD) merupakan infeksi virus yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kasus DBD telah meningkat secara dramatis, dan sekarang sekitar setengah dari populasi dunia terancam dalam risiko terkena penyakit yang mematikan satu ini.

DBD umumnya lebih banyak ditemukan di daerah dengan iklim tropis dan subtropis, dan kasus DBD tertinggi di dunia ditemukan lebih banyak di daerah perkotaan dan semi-perkotaan - tempat di mana adanya aktivitas  manusia dan nyamuk yang tinggi.

Gejala demam berdarah biasanya muncul 3 - 14 hari setelah infeksi, termasuk:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kelelahan
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam kulit
  • Pendarahan ringan pada hidung dan gusi

Cari tahu lebih lanjut mengenai pencegahan dan pengendalian demam berdarah dari Rentokil disini

Virus Zika

Virus Zika adalah jenis virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina dari genus Aedes yang terinfeksi - terutama dari jenis nyamuk Aedes aegypti.

Pada 2015, wabah infeksi virus Zika pertama kali ditemukan di Brasil sebelum akhirnya menyebar ke beberapa negara-negara lain di Amerika Selatan, Amerika Tengah, Amerika Utara, dan Karibia.

Virus Zika secara resmi ditetapkan sebagai pandemi pada Februari 2016 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan tercatat menimbulkan 440.000-1.300.000 kasus yang dicurigai di 47 negara di seluruh dunia.

Beberapa gejala penyakit virus Zika yang paling umum antara lain adalah:

  • Ruam kulit
  • Konjungtivitis
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Demam

Chikungunya

Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama virus Chikungunya (CHIKV) yang bertanggung jawab atas epidemi Chikungunya di seluruh negara Asia Tenggara dan Afrika.

Beberapa gejala umum infeksi chikungunya antara lain adalah:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri sendi parah selama beberapa minggu
  • Ruam kulit
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Kelelahan

Demam kuning (yellow fever)

Virus demam kuning adalah penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti. Warna “kuning” pada namanya mengacu pada efek penyakit kuning yang dialami oleh para penderitanya. Menurut data terbaru oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di tahun 2018, penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini menewaskan 30.000 orang di seluruh dunia setiap tahun dimana 90% nya terjadi di negara Afrika.

Demam kuning telah lama menjadi epidemi di daerah tropis, dengan jumlah kasus yang semakin meningkat selama dua dekade terakhir karena pengaruh besar dari urbanisasi, pergerakan populasi, dan perubahan iklim.

Gejala demam kuning terjadi 3 hingga 6 hari setelah penularan. Sebagian besar kasus hanya menyebabkan infeksi ringan yang menunjukkan gejala seperti flu. Beberapa gejala demam kuning antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Panas dingin
  • Sakit punggung
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri otot
  • Mual
  • Muntah

7. Bagaimana cara mencegah nyamuk Aedes aegypti?

Ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan agar terhindar dari gigitan nyamuk serta mengurangi populasi dan habitat nyamuk Aedes aegypti di sekitar properti Anda, antara lain adalah:

  • Memasang kawat nyamuk pada jendela
  • Mempraktikan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) pada semua genangan air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di sekitar properti
  • Menggunakan lotion atau semprotan anti-nyamuk untuk perlindungan ekstra
  • Menutup bagian tubuh yang terbuka dengan mengenakan pakaian lengan panjang (terutama ketika sedang beraktivitas diluar rumah pada siang hari
  • Menggunakan kipas angin atau AC untuk mengalirkan udara di sekitar ruangan

Pelajari lebih lanjut cara terbaik agar rumah tidak banyak nyamuk disini

Menghilangkan nyamuk di rumah dengan bantuan Rentokil Pest Control

Selama lebih dari 50 tahun, Rentokil telah menjadi ahli dalam layanan pengendalian nyamuk di seluruh Indonesia. Apabila Anda khawatir akan keberadaan jenis nyamuk berbahaya seperti Aedes aegypti di sekitar properti Anda, hubungi Rentokil sekarang juga untuk menjadwalkan inspeksi dan mendiskusikan solusi treatment anti nyamuk terbaik di properti Anda.