fakta tentang hama

Tips Mudah Mengendalikan Hama

Hubungi kami untuk survey hama gratis di 0 8001 333 777  atau isi form online

4 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan oleh Nyamuk

10-MINUTES READ

  

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia tidak asing lagi dengan berbagai macam penyakit yang disebabkan nyamuk, seperti demam berdarah ataupun virus Zika yang sempat menggemparkan dunia di tahun 2015 silam.

Nyamuk merupakan salah satu hewan paling mematikan di dunia, ini karena nyamuk dapat menyebabkan penyakit dan memakan jutaan korban setiap tahunnya.

Oleh karena itu pengendalian nyamuk khususnya di negara tropis sangat penting untuk dilakukan sebagai cara pencegahan perkembangbiakan nyamuk terbaik agar dapat menekan angka populasi nyamuk dan mengurangi risiko penyakit yang disebabkan nyamuk.

Kenapa nyamuk berkembang biak dengan baik di negara tropis?

Ada dua alasan mengapa negara dengan iklim tropis seperti Indonesia lebih mudah terkena wabah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk:

  • Pertama –  karakteristik negara tropis dengan kondisi lingkungan yang cenderung panas dan lembab, sangat mendukung proses perkembang biakan beberapa jenis nyamuk berbahaya
  • Kedua – iklim yang panas memudahkan manusia terkena infeksi kulit dan kelembaban yang ada menyebabkan bakteri atau virus yang dibawa oleh nyamuk berkembang biak dengan sangat cepat.

Apa saja penyakit yang disebabkan oleh nyamuk?

Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan nyamuk di Indonesia, antara lain:

  • Demam berdarah
  • Zika
  • Chikungunya
  • Malaria

Dibawah ini adalah penjelasan lengkap tentang jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, bagaimana cara nyamuk berbahaya membawa penyakit kepada manusia serta gejala yang akan di alami oleh para penderita.

1. Demam berdarah

gambar nyamuk dbd

Demam berdarah (DBD) merupakan salah satu penyakit paling berbahaya dan mematikan di dunia yang dibawa oleh nyamuk. DBD atau virus dengue memiliki 5 tipe yang berbeda dan virus ini ditularkan oleh nyamuk betina, terutama dari spesies nyamuk Aedes Aegypti atau yang dikenal dengan sebutan nyamuk DBD bagi orang Indonesia.

Menurut sebuah penelitian, spesies nyamuk DBD lebih memilih untuk beristirahat di dalam ruangan (indoor) dan gigitan nyamuk jenis ini lebih sering terjadi pada siang hari dengan periode puncak pada pagi hari dan sebelum gelap di malam hari.

Bagaimana nyamuk aedes bisa menularkan DBD?

Virus dengue ditularkan dari orang ke orang ketika nyamuk Aedes Aegypti menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus.

Setelah satu minggu, nyamuk dapat menularkan virus dengan cara menggigit orang yang sehat sehingga nyamuk menginfeksi mereka dengan virus dengue yang serupa.

Apa saja gejala penyakit DBD?

Gejala demam berdarah antara lain, adalah:

  • Demam tinggi
  • Rasa sakit kepala yang parah
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri sendi dan otot
  • Mual
  • Muntah
  • Ruam pada kulit

Ketika seseorang terinfeksi virus dengue, sangat disarankan untuk penderita beristirahat dengan cukup, mengonsumsi cukup cairan dan meminta pertolongan medis dari dokter untuk pemantauan ketat.

Apa obat untuk gejala DBD?

Karena hingga kini belum ada pengobatan yang khusus untuk mengobati infeksi virus dengue, pengobatan yang ada sangat bergantung pada sistem kekebalan tubuh seseorang.

Proses pemulihan akan memakan waktu 2 hari hingga 2 minggu, tergantung dengan tingkat keparahan kondisi dan kekebalan tubuh penderita.

2. Zika

Virus Zika adalah penyakit berbahaya lain yang disebabkan oleh spesies nyamuk jenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang pertama kali terdeteksi di hutan Zika di daerah Uganda.

Kasus pertama penyakit ini ditemukan di wilayah Afrika dan Asia - namun dalam beberapa dekade terakhir telah menyebar ke wilayah Amerika, terutama di periode 2015 - 2016.

Bagaimana penularan virus Zika?

Virus Zika ditularkan dari manusia ke manusia oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus betina yang terinfeksi.

Selama periode satu minggu, infeksi virus Zika dapat ditemukan dalam darah dan ditularkan dari orang yang terinfeksi ke nyamuk lain melalui gigitan nyamuk yang umumnya terjadi pada siang hari.

Apa saja gejala penyakit Zika?

Zika dan demam berdarah memiliki gejala yang cukup sama, seperti:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Timbulnya ruam dan gatal di seluruh tubuh
  • Nyeri sendi (dengan kemungkinan pembengkakan, terutama pada persendian kecil tangan dan kaki)
  • Nyeri otot
  • Nyeri pada bagian punggung bawah
  • Mata merah (konjungtivitis)

Yang membedakan antara penyakit demam berdarah dan Zika antara lain adalah:

  • Gejala virus Zika berlangsung selama beberapa hari atau minggu hingga akhirnya mereda. Sedangkan demam berdarah bisa berlangsung selama berminggu-minggu dan dapat berkembang menjadi perdarahan, syok hingga potensi kematian.
  • Di sisi lain, virus Zika dapat menyebabkan mikrosefali atau kondisi neurologis yang menjadikan kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal pada saat kelahiran. Tes darah diperlukan untuk mengidentifikasi apakah seseorang menderita Zika atau demam berdarah.

Apa obat untuk gejala virus Zika?

Sama seperti demam berdarah, hingga kini belum ada pengobatan untuk virus Zika. Cara terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menghindari gigitan nyamuk ini adalah dengan mengurangi tingkat populasi nyamuk dewasa dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat yang disukai untuk nyamuk berkembang biak di tempat Anda.

3. Chikungunya

Chikungunya adalah virus yang ditularkan oleh spesies nyamuk jenis Aedes Aegypti dan wabah penyakit ini pertama kali ditemukan di Tanzania pada tahun 1952.

Nama chikungunya itu sendiri diadaptasi dari etnis Makonde yang berarti “membungkuk” berdasarkan pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi seperti rematik.

Bagaimana penularan chikungunya?

Virus Chikungunya ditularkan melalui gigitan nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes Albopictus mosquitoes kepada manusia. Nyamuk menjadi terinfeksi ketika mereka menggigit orang yang sudah terinfeksi virus dan nyamuk yang sudah terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain melalui gigitan.

Apa saja gejala penyakit chikungunya?

Gejala awal penderita penyakit chikungunya antara lain adalah:

  • Demam tinggi
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pembengkakan sendi
  • Munculnya ruam pada kulit

Apa obat untuk gejala chikungunya?

Saat ini belum ada pengobatan atau vaksin anti-virus khusus untuk penyakit chikungunya. Umumnya penyakit berbahaya ini terjadi di wilayah Asia, Afrika dan India, sehingga pelancong harus lebih ekstra berhati-hati saat bepergian ke negara-negara berisiko penyakit chikungunya ini.

Meskipun demikian ada beberapa cara melindungi untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, misalnya dengan menggunakan obat nyamuk (lotion atau spray), mengenakan  kaos dan celana lengan panjang dan tertutup selama di area outdoor, serta menjaga diri tetap kering dari keringat.

4. Malaria

gambar nyamuk malaria

Sumber foto: James Gathany

Serupa dengan demam berdarah, malaria juga merupakan penyakit berbahaya dan mematikan yang dapat ditularkan oleh nyamuk. Malaria disebabkan oleh parasit plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk malaria atau spesies nyamuk Anopheles. Parasit plasmodium berkembang biak di hati orang sebelum menginfeksi dan menghancurkan sel darah merah.

Bagaimana penularan malaria?

Orang yang terkena penyakit malaria umumnya karena digigit oleh nyamuk Anopheles betina yang sudah terinfeksi. Hanya nyamuk Anopheles terinfeksi yang dapat menularkan malaria, karena mereka telah membawa parasit plasmodium yang dapat memasuki aliran darah ketika mereka menggigit Anda.

Apa saja gejala penyakit malaria?

Jika Anda terkena gigitan nyamuk Anopheles dengan Malaria, gejalanya dapat berkembang dalam waktu sepuluh hari sampai sebulan setelah infeksi.

Beberapa gejala penyakit malaria meliputi:

  • Badan menggigil
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Berkeringat yang terus menerus
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Pada kasus yang parah menimbulkan gejala ikterus ata pewarnaan kuning yang tampak pada kulit manusia

Apa obat untuk gejala malaria?

Pertolongan medis sangat disarankan bagi mereka yang terkena gejala penyakit malaria.

Nyamuk Anopheles adalah spesies nyamuk yang menggigit di malam hari karena lebih memilih untuk berkeliaran di daerah gelap. Mereka dapat beristirahat di area luar dan dalam rumah tergantung dengan spesies nya, juga lebih memilih untuk berkembang biak di air yang bersih dan tidak berpolusi.

Perlu Anda ketahui, nyamuk Anopheles cenderung hidup di air laut atau rawa, jadi sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk berhati-hati saat mendekati lokasi-lokasi seperti ini.

Cara mencegah nyamuk berkembang biak dan menggigit

Tidak diragukan lagi apabila ada banyak jenis nyamuk dapat menyebabkan penyakit - karenanya penting bagi Anda untuk dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti ataupun anopheles di tempat Anda.

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah jenis-jenis nyamuk berbahaya untuk berkembang biak dan menggigit Anda:

Cara mencegah nyamuk berkembang biak di tempat Anda

  • Pastikan saluran pembuangan tetap bersih dan tidak mampet
  • Pastikan selokan air tidak terhalang
  • Menutup tempat penampungan air seperti ember atau bak mandi agar tidak menjadi tempat jentik-jentik nyamuk muncul
  • Jangan meninggalkan genangan air di lingkungan rumah, misalnya pada piring pot
  • Selalu menutup jendela saat senja, lengkapi jendela Anda dengan kawat nyamuk

Cara mencegah nyamuk berbahaya menggigit Anda

  • Ketika berada di luar rumah pada saat senja atau fajar, sangat disarankan untuk bagi Anda untuk mengenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, alas kaki dan topi untuk mengurangi potensi tergigit oleh nyamuk
  • Gunakan semprotan atau lotion anti nyamuk sebagai perlindungan ekstra dari gigitan nyamuk

Jika masalah nyamuk di rumah terus berulang, hubungi Rentokil Indonesia hari ini juga untuk mendapatkan layanan pengendalian nyamuk untuk jangka panjang.

Ahli kami dapat memberikan cara yang paling aman dan efektif mengusir nyamuk di tempat Anda, dilengkapi dengan saran untuk mencegah nyamuk berkembang biak di tempat Anda.